|
Enam Agenda
Pembangunan Humbahas
Ada 6 agenda pembangunan
Kabupaten Humbahas sesuai dengan misi Bupati
Maddin Sihombing, yang disampaikan ketika mengikuti
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setahun silam. Untuk
mempermudah pelaksanaan agenda tersebut Pemkab mempunyai
motto yaitu belajar keras, bekerja keras dan berdoa
terus :
1. Pembinaan Sumber Daya
Manusia yang berkualitas
Pemerintah Kabupaten
Humbang
Hasundutan berupaya
mendorong masyarakatnya untuk belajar keras, tekun, ulet
dan rajin. Agar pendidikan dapat berkualitas, sarana
pendidikan harus dibangun dengan baik, para guru harus
mampu mengajar sesuai dengan bidangnya. Biaya pendidikan
harus efisien dan efektif. Masyarakat perlu belajar
walau tidak formal. Namun perlu membangun ilmu lewat
berbagai media dan studi banding atau pelatihan.
Selain itu, agar sumber daya manusia dapat berkualitas
maka kesehatan masyarakat juga perlu diperhatikan.
Petugas kesehatan harus mampu memberikan pelayanan
optimal dan pelayanan prima kepada masyarakat. Pemkab
Humbang
Hasundutan
melengkapi sarana dan prasarana kesehatan. Diprogramkan
semua kecamatan harus memiliki Puskesmas Pembantu (Pustu)
yang dilayani dengan dokter dan petugas medis.
Pada prinsipnya Pemerintah
Kabupaten Humbang
Hasundutan bertekad
masyarakatnya harus bebas dari penyakit. Sebab, di dalam
tubuh yang sehat terdapat pikiran yang cerdas.
2. Menciptakan Pemerintah
yang Baik
Dalam setiap pembinaan aparatur, Bupati Maddin Sihombing
selalu menekankan "jadilah pelayan masyarakat yang tulus
dan ikhlas". Bekerjalah dengan berpedoman pada aturan
dan perundang-undangan yang berlaku serta berpedoman
pada nurani yang diilhami ketaqwaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa. Jadilah Aparatur yang bersih, jujur,
transparan dan ramah.
Pemerintah yang baik (good governance) yang berkualitas
senantiasa bekerja tanpa pamrih, ia terpanggil melayani
masyarakat. Bekerja dinamis dan peningkatan dan
penguatan kapasitas pemerintah melihat apa adanya.
Karena itu Kabupaten
Humbang
Hasundutan tidak
pernah mengenal istilah “hepeng” (uang-red) untuk
mencari jabatan atau kedudukan.
Pegawai "penjilat" dan suka "angkat telor" tidak
diterima di sini. Namun penampilan pejabat dan pegawai
dinilai atas dasar merit system (sistem karir) dan
prestasi. Humbahas
tidak mengenal pemblok-blokan, yang berlaku adalah
nasionalis. Humbahas juga tidak mengenal istilah “putra
daerah” dalam perekrutan sumber daya manusia dalam
pembangunan daerah. Semua warga negara Indonesia yang
tinggal di Humbahas memiliki komitmen yang sama untuk
membangun Humbahas. Maka semua aparatur berhak menjadi
pejabat penyelenggaraan pemerintah pembangunan di
kemasyarakatan, asalkan jujur dan komit untuk pencapaian
kemakmuran masyarakat. Dengan demikian, penciptaan
keadilan dalam pelaksanaan pemerintahan merupakan hal
yang tak bisa diabaikan.
3. Membangun ekonomi dalam
pengentasan kemiskinan
Peningkatan pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis
pertanian dilaksanakan melalui pembangunan produk
unggulan sesuai kondisi daerah. Maka segala komoditi
pertanian yang mampu mensejahterakan masyarakat terus
digali.
Humbahas dikenal dengan komoditi kemenyan. Tanaman
kemenyan harus dikembangkan. Demikian juga dengan
unggulan potensi kopi Lintongnihuta yang sudah dikenal
di hampir setiap daerah. Kedua potensi unggulan ini
merupakan komoditas di sektor pertanian yang menjadi
prioritas utama dengan tidak mengabaikan sektor komoditi
lainnya.
Pembangunan ekonomi lewat koperasi dan usaha macro,
kecil dan menengah terus ditumbuhkembangkan,
pertambangan dan energi termasuk yang tak kalah penting
digali untuk kemakmuran rakyat. Saat ini terdapat
potensi barang tambang beberapa emas, bahan migas
sumberdaya mineral, dan energi.
Percepatan pembangunan desa tertinggal merupakan
pembagunan infrastruktur terus dilakukan, termasuk
mengolah kepariwisataan Humbhas yang ternyata kaya
dengan potensi pariwisata. Makam pahlawan nasional Raja
Sisingamangaraja XII misalnya, yang terdapat di
Kecamatan Bakara. Perjuangan dan peninggalannya terdapat
di Kecamatan perlilitan.
Sedangkan pemandangan Danau Toba dapat dinikmati dari
lokasi wisata Sipinsur, Kecamatan Paranginan.
Pengembangan pariwisata sejarah dan pariwisata alam
sangat baik dikelola sebab alam Humbahas cukup indah.
Udaranya bersih dan segar. Rakyatnya ramah dan cukup
bersahabat.
Jika semua potensi yang ada dapat tergali maka
kabupaten ini
diyakini mampu mengejar ketertinggalannya dari daerah
lain seperti kabupaten
lain di Sumatera Utara seperti Dairi, Tobasa, dan
kabupaten lain yang
sudah lama menjadi wilayah otonomi.
4. Peran serta masyarakat
dalam dalam pembangunan
Agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancar,
maka peran serta masyarakat sangat menentukan. Pada
kegiatan-kegiatan tertentu dibutuhkan kerja sama dengan
masyarakat. Khususnya dalam kegiatan gotong-royong dan
kerjasama (massialap ari).
Pembangunan yang hanya mengandalkan APBD adalah mustahil.
Peran aktif masyarakat merupakan tolok ukur keberhasilan
pembangunan. Karenanya selalu dilakukan peningkatan dan
pemberdayaan kualitas keluarga lewat himbauan, ajakan
dan motivasi. Dengan mengucurkan dan menyediakan
dana-dana stimulant serta bantuan lainnya.
Di samping itu, juga dilakukan usaha-usaha mengeratkan
kelembagaan desa dan kelurahan. Berkaitan dengan itu,
pemerintah daerah sangat mendukung program peran serta
masyarakat dalam pembangunan lewat pembentukan Kelompok
Informasi Masyarakat (KIM).
Kelompok informasi ini akan berfungsi sebagai lembaga
informasi dan komunikasi di tengah masyarakat. Kelompok
ini akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah di
tingkat kecamatan dan desa serta kelurahan. Kelompok
juga akan berfungsi sebagai penampung dan penyalur
informasi. Selanjutnya mengolah informasi yang diterima
melalui media cetak, elektronik dan media tradisional.
Mereka akan menggali segala informasi yang dibutuhkan
untuk membangun masyarakatnya. Baik untuk ekonomi,
sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Maka jika ada
sesuatu yang perlu disepakati dalam pembangunan
didiskusikan lewat kelompok dan disampaikan kepada
pemerintah untuk diresponi. Gawe dari kelompok ini
adalah bagian Infokom (informasi dan komunikasi).
Kelompok ini diyakini sangat berperan penting menghimpun,
mengajak dan membangkitkan semangat masyarakat untuk
berpartisipasi dalam pembangunan. Termasuk dalam
mengajak kerjasama yang baik.
5. Menciptakan Rasa Aman dan
Kondusif
Kabupaten Humbahas
memiliki masyarakat mayoritas beretnis Batak Toba. Walau
suku Tapanuli terkenal dengan logat bahasanya yang
kurang halus, namun kehidupan antarmasyarakat Humbahas
cukup kondusif. Masyarakatnya ramah, beradat, berbudaya
tinggi, tekun beragama dan taat hukum.
Hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat
telah terpelihara secara harmonis dan penuh kekerabatan
dan kekeluargaan. Daerah ini terkenal dengan daerah adat
yang sangat kental. Setiap pemasalahan selalu
diselesaikan secara musyawarah mufakat. Dengan demikian
hubungan pemerintah daerah (sesama muspida plus sangat
baik) demikian pula dengan masyarakatnya.
Lembaga Adat Dalihan Natolu (LADN) tak pernah tertinggal
alam setiap aktifitas pemerintahan kecuali pada moment
yang sangat krusial. LADN sudah mendapat posisi penentu
dalam menentukan kebijakan pemerintahan pembangunan dan
kemasyarakatan.
Fungsi LADN ini semakin kuat dengan adanya dukungan
Maddin Sihombing yang memberikan perhatian khusus kepada
Lembaga ini. Maka rasa persatuan dan kesatuan telah
mengakar di masyarakat secara baik. Oleh karenanya,
tidaklah mengherankan jika Bupati Humbahas selalu sibuk
dengan urusan kepemerintahan meskipun pada saat di luar
jam kerja. Mengikuti acara adat dan kebaktian setiap
minggunya secara bergiliran. Hal itu sudah menjadi nilai
luhur yang semestinya dilakukan pimpinan yang baik yang
berpihak kepada masyarakat.
6. Kegiatan Keagamaan
Penduduk Kabupaten
Humbang
Hasundutan 92 %
adalah masyarakat Nasrani. Namun kerukunan antar umat
beragam sangat baik di Humbahas. Di sini pemerintah dan
masyarakat tidak mengenal istilah mayoritas dan
minoritas melainkan sebangsa dan setanah air. Semuanya
saudara.
Dalam setiap aktifitas, dalam setiap waktu, Maddin
selalu menekankan agar pemerintah dan masyarakat selalu
taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang ber-Tuhan akan
mencintai sesama umat. Sehingga hal itu akan membuat
situasi akan merasa aman dan tenteram. Pembangunan akan
sia-sia jika tidak disertai keadaan yang kondusif dan
keadaan yang aman. Maka satu-satunya kiat yang
menghindarkan hal-hal yang negatif adalah kekuatan iman.
Orang yang beriman akan selalu berbuat baik.
Untuk mendukung hal itu, pemerintah melakukan
pengembangan berbagai kegiatan keagamaan mulai di
tingkat pedesaan hingga tingkat
kabupaten.
|
|